Okard0’s Poenya


Pengolahan Yoghurt
Mei 19, 2010, 7:50 am
Filed under: Pangan, TEKNOLOGI

Yoghurt merupakan salah satu olahan susu yang diproses melalui proses fermentasi dengan penambahan kultur organisme yang baik, salah satunya yaitu bakteri asam laktat. Di pasaran yoghurt terbagi dalam dua jenis, yang pertama adalah yoghurt plain yaitu yoghurt tanpa rasa tambahan dan yang kedua adalah drink yoghurt yaitu yoghurt plain yang oleh produsen telah ditambahkan perasa tambahan buah-buahan seperti rasa stroberi, jeruk ataupun leci .

Cara Pembuatan Yoghurt
Walaupun terlihat sulit, pembuatan yoghurt sebenarnya sangat sederhana. Alat-alat yang kita butuhkan tidaklah terlalu rumit, seperti panci berukuran kira-kira 40 cm, sendok pengaduk, toples kaca dengan tutup. Semua peralatan ini dapat diperoleh dengan mudah dipasar-pasar atau pusat pembelanjaan seperti Carrefour. Bahan utama yang dibutuhkan untuk pembuatan yoghurt hanyalah susu. Susu ini dapat berupa susu cair langsung tetapi yang perlu diperhatikan susu yang digunakan harus susu putih.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Siapkan susu yang sudah dicairkan dengan air matang sebanyak 1 liter lalu tambahkan susu krim sebanyak 15%.
  2. Masak dengan api kecil sambil diaduk terus selama 30 menit tetapi jangan sampai mendidih. Hal ini hanya bertujuan untuk menguapkan air sehingga nantinya akan terbentuk gumpalan atau solid yoghurt.
  3. Jika sudah, solid yoghurt lalu diangkat dan didinginkan kira-kira sampai hangat-hangat kuku baru kemudian ditambahkan bibit yoghurt sebanyak 2 – 5% dari jumlah yoghurt yang sudah mengental tadi. Bibit yoghurt memang tidak dijual di pasaran secara bebas tetapi dapat anda peroleh disalah satu toko. Atau secara sederhananya kita dapat menggunakan yogurt yang plain (tanpa rasa tambahan), tanpa gula dan tanpa aroma sebagai bibit yoghurt.
  4. Diamkan selama 24 jam dalam wadah tertutup untuk menghasilkan rasa asam dan bentuk yang kental.
  5. Semakin tinggi total solidnya maka cairan bening yang tersisa semakin sedikit, dan yoghurt yang dihasilkan semakin bagus. Solid yoghurt yang belum diberikan tambahan rasa ini dapat juga dijadikan bibit yoghurt untuk pembuatan selanjutnya.
  6. Setelah berbentuk yoghurt dapat ditambahkan sirup atau gula bagi yang tidak kuat asamnya, bahkan bisa ditambahkan dengan perasa tambahan makanan seperti rasa jeruk, strawberry dan leci yang dapat kita peroleh di apotek-apotek. Yoghurt dapat disajikan tidak hanya sebagai minuman, tetapi juga dapat disajikan bersama salad buah sebagai sausnya ataupun sebagai bahan campuran es buah.
  7. Yoghurt yang sudah jadi dapat ditempatkan di wadah plastik ataupun kaca. Kalaupun kita ingin menggunakan wadah plastik sebaiknya yang agak tebal, akan tetapi bila ingin menyimpan yoghurt untuk waktu yang lebih lama sebaiknya menggunakan wadah kaca.

Kebersihan merupakan hal yang harus sangat kita perhatikan, sehingga sebaiknya semua alat yang digunakan direbus terlebih dahulu dalam air mendidih selama 5-10 menit. Apabila kebersihan tidak dijaga dapat mengakibatkan yoghurt tidak jadi, dengan ciri-ciri tidak berasam walaupun berbentuk solid, di permukaan solid ditumbuhi jamur yang berbentuk bintik-bintik hitam dan berbau asam yang sangat tajam.
Untuk yoghurt yang kita buat sendiri sebaiknya paling lama  penyimpanannya selama 1 minggu.

Ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu :

  1. Yoghurt tidak boleh terkena sinar matahari.
  2. Tidak boleh ditaruh dalam suhu ruangan, harus disimpan dalam suhu dingin/kulkas tetapi juga tidak boleh diletakkan dalam freezer. Yoghurt tidak boleh disimpan dalam freezer karena bahan dasar yoghurt yang berupa susu dapat pecah dan justru itu akan merusak yoghurt.

Sumber:

http://bisnisukm.com/cara-membuat-yogurt-yang-benar.html



Pemanis Sakarin
Mei 19, 2010, 7:34 am
Filed under: Pangan, TEKNOLOGI

Mengenal sakarin

Sakarin adalah pemanis buatan yang memiliki struktur dasar sulfinida benzoat. Karena tidak strukturnya berbeda dengan karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan kalori. Sakarin jauh lebih manis dibanding sukrosa, dengan perbandingan rasa manis kira-kira 400 kali lipat sukrosa. Namun sayangnya dalam konsentrasi sedang sampai tinggi bersifat meninggalkan aftertaste pahit atau rasa logam. Untuk menghilangkan rasa ini sakarin dapat dicampurkan dengan siklamat (akan dibahas di bagian 4) dalam perbandingan 1:10 untuk siklamat.

Sakarin diperkenalkan pertama kali oleh Fahlberg pada tahun 1879 secara tidak sengaja dari industri tar batubara. Penggunaannya secara komersial sudah diterapkan sejak tahun 1884. Namun sakarin baru terkenal oleh masyarakat luas setelah perang dunia I, di mana sakarin berperan sebagai pemanis alternatif pengganti gula pasir sulit diperoleh. Sakarin menjadi lebih populer lagi di pasaran pada tahun 1960-an dan 1970-an. Saat itu, sifatnya sebagai pemanis tanpa kalori dan harga murahnya menjadi faktor penarik utama dalam penggunaan sakarin. Selain itu sakarin tidak bereaksi dengan bahan makanan, sehingga makanan yang ditambahkan sakarin tidak mengalami kerusakan. Sifat yang penting untuk industri minuman kaleng atau kemasan. Karena itulah, sakarin dalam hal ini sering digunakan bersama dengan aspartame; agar rasa manis dalam minuman tetap bertahan lama. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, aspartame tidak bertahan lama dalam minuman kemasan.

Sifat fisik sakarin yang cukup dikenal adalah tidak stabil pada pemanasan. Sakarin yang digunakan dalam industri makanan adalah sakarin sebagai garam natrium. Hal ini disebabkan sakarin dalam bentuk aslinya yaitu asam, bersifat tidak larut dalam air. Sakarin juga tidak mengalami proses penguraian gula dan pati yang menghasilkan asam; sehingga sakarin tidak menyebabkan erosi enamel gigi.

Sakarin merupakan pemanis alternatif untuk penderita diabetes melitus, karena sakarin tidak diserap lewat sistem pencernaan. Meskipun demikian, sakarin dapat mendorong sekresi insulin karena rasa manisnya; sehingga gula darah akan turun.

Penggunaan

Sakarin sempat digunakan secara luas sebagai pemanis dalam produk makanan kemasan (minuman atau buah kalengan, permen karet, selai, dan permen), bahan suplemen (vitamin dan sejenisnya), obat-obatan, dan pasta gigi. Selain itu sakarin juga digunakan sebagai gula di restoran, industri roti, dan bahan kosmetik.

Sumber:

http://artikelbiboer.blogspot.com/2009/12/sakarin-pemanis-buatan-dari-batubara.html



Pengawetan Alami Dengan Garam Dan Asam
Mei 18, 2010, 7:42 am
Filed under: Pangan, TEKNOLOGI

Garam dipergunakan manusia sebagai salah satu metoda pengawetan pangan yang pertama dan masih dipergunakan secara luas untuk mengawetkan berbagai macam makanan. Demikian pula, pengasaman pangan telah dipergunakan secara luas, sebelum perannya sebagai penghambat kerusakan dipahami. Pengasapan dan pengeringan telah juga digunakan secara luas dalam kombinasinya dengan garam, terutama untuk produk-produk daging dan ikan.

Garam dan asam dipergunakan secara luas dalam pengawetan produk-produk sayuran, di mana mentimun, kubis dan bawang merupakan contoh-contoh yang penting di masyarakat Barat. Garam adalah bahan yang sangat penting dalam pengawetan ikan, daging dan bahan pangan lainnya di Indonesia.

Sifat-Sifat Antimikroorganisme dari Garam dan Asam

Garam memberi sejumlah pengaruh bila ditambahkan pada jaringan tumbuh-tumbuhan yang segar. Pertama-tama garam akan berperan sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Mikroorganisme pembusuk atau proteolitik dan juga pembentuk spora, adalah yang paling mudah terpengaruh walau dengan kadar garam yang rendah sekalipun (yaitu sampai 6%). Mikroorganisme patogenik, termasuk Clostridium botulinum dengan pengecualian pada Streptococcus aureus, dapat dihambat oleh konsentrasi garam sampai 10-12%. Walaupun begitu, beberapa mikroorganisme terutama jenis-jenis Leuconostoc dan Lactobacillus, dapat tumbuh cepat dengan adanya garam dan terbentuknya asam untuk menghambat organisme yang tidak dikehendaki. Garam juga mempengaruhi aktivitas air (aw) dari bahan, jadi mengembalikan pertumbuhan mikroorganisme dengan suatu metoda yang bebas dari pengaruh racunnya. Beberapa organisme seperti bakteri halofilik dapat tumbuh dalam larutan garam yang hampir jenuh, tetapi mikroorganisme ini membutuhkan waktu penyimpanan yang lama untuk tumbuh dan selanjutnya terjadi pembusukan.

Asam, terutama asam asetat dan laktat dapat berada dalam makanan awet sebagai akibat dari penambahan asam pada bahan-bahan pangan yang tidak difermentasi, atau sebagai hasil fermentasi oleh mikroorganisme pada jaringan-jaringan berkarbohidrat dan bahan-bahan dasar lainnya. Sesuatu fermentasi penghasil asam yang penting adalah perubahan alkohol menjadi asam asetat karena pertolongan Acetobacter sp.

Teknologi Pengolahan Acar Sayuran

Proses pengolahan acar tradisional untuk produk-produk seperti mentimun meliputi dua tahapan yaitu pengasinan dan fermentasi untuk menghasilkan stok garam, dan pengolahan selanjutnya dari stok garam untuk menghasilkan produk yang dapat diterima.

Dalam produksi sauerkraut, kubis diiris tipis-tipis dan dibiarkan terjadi fermentasi alamiah dengan adanya garam 2 samapai 2,5%. Seperti pada fermentasi sayur-sayuran alamiah lainnya dengan adanya garam, garam ini akan menghambat organisme pembusuk dan memungkinkan pertumbuhan berikutnya dari penghasil-penghasil asam utama seperti Leuconostoc mesenteroides, Pediococcus cerevisae, Lactobacillus brevis dan Lactobacillus plantarum. Keluarnya karbondioksida yang cepat selama tahap permulaan dari fermentasi memberikan kondisi anaerobik untuk organisme-organisme yang diinginkan. Kadar asam antara 1.5-1,7% sudah cukup dilihat dari segi organoleptik, tetapi pasteurisasi dengan pemanasan dibutuhkan untuk stabilitas terhadap mikroorganisme selama penyimpanan (misalnya dalam kaleng atau botol tertutup).

Lebih Lengkap Kunjungi:  KLIK DISINI



Susu Bubuk
Februari 2, 2010, 1:39 am
Filed under: Pangan

Susu bubuk adalah bubuk yang dibuat dari susukering yang solid. Susu bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama daripada susu cair dan tidak perlu disimpan di lemari es karena kandungan uap airnya sangat rendah.

Susu bubuk pertama kali dibuat pada 1802 oleh seorang dokter Rusia , Osip Krichevsky. Susu bubuk banyak sekali ditemukan di negara-negara berkembang karena biaya transportasi dan penyimpanannya sangat murah (karena tidak membutuhkan pendingin). Seperti makanan-makanan kering lainnya, susu kering dianggap tidak mudah rusak dikarenakan sedikitnya kandungan air (bakteri sangat cepat berkembangbiak pada makanan yang basah atau minuman) dan disukai oleh orang untuk menolong mereka bertahan dalam bencana alam atau kecelakaan, oleh pendaki gunung dan orang-orang yang membutuhkan bahan makanan yang tidak cepat rusak.

Untuk lebih lanjut: Klik di sini



FERMENTASI PRODUK PANGAN
Juni 12, 2009, 4:55 am
Filed under: Pangan

TAPE
Fermentasi yang dilakukan terhadap suatu bahan pangan mampunyai keungggulan antara lain memperkaya sumber nutrisi bagi manusia meliputi keragaman rasa, aroma, dan tekstur pada makanan, fermentasi dapat mengawetkan secara otomatis karena adanya asam laktat, asam asetat, fermentasi alkalin, dan fermentasi dengan kadar garam yang tinggi. Selain itu, makanan yang diolah secara fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi, seperti vitamin, protein, dan asam amino esensial, dan beberapa mengalami detoksifikasi pada saat fermentasi dilakukan.
Fermentasi makanan dibagi menjadi beberapa kelas antara lain:
1. Fermentasi yang menghasilkan protein nabati (sayuran) tersubstitusi pada biji-bijian atau polong-polong. Contohnya tempe dan oncom dari Indonesia.
2. Fermentasi yang menggunakan kadar garam yang tinggi/fermentasi yang menghasilkan rasa gurih daging/asam amino/fermentasi peptida dan pasta. Contohnya terasi, tauco, dan kecap dari Indonesia, miso dari Jepang, inyu dari Taiwan, taosi dari Malaysia, dan jeotkal dari Korea.
3. Fermentasi asam laktat. Contohnya acar, tempoyak dari Malaysia, yogurts, kefir, dan kim-chi dari Korea.
4. Fermentasi alkohol. Contonhya grape wine, tape dari Indonesia, dan sake dari Jepang
5. Fermentasi cuka/asam asetat. Contohnya nata de coco, palm wine vinegar dari Afrika, dan coconut water vinegar.
6. Fermentasi alkaline. Contohnya dawadawa dari Nigeria, soumbara dari Ivory Coast, dan iru dari Afrika.
7. Fermentasi ragi pada roti. Contohnya produk roti yang diolah dengan western yeast dan produk roti dari Timur Tengah.
8. Fermentasi flat-unleavened bread.

banana-bread
Produk fermentasi tersebut diolah dalam skala rumahan (industri kecil) maupun industri dalam skala besar.
Dalam perkembangannya, industri produk pangan fermentasi harus memperhatikan aspek mutu karena mutu adalah senjata andalan untuk bersaing dalam pasar lokal, serta mampu menghadapi persaingan global. Penerapan konsep mutu di bidang pangan dalam arti luas menggunakan penafsiran yang beragam. Astuti (2002) menyatakan bahwa mutu merupakan gabungan atribut produk yang dinilai secara organoleptik (warna, tekstur, rasa dan bau).
Kramer dan Twigg (1983) mengklasifikasikan karakteristik mutu bahan pangan menjadi dua kelompok, yaitu : (1) karakteristik fisik/tampak, meliputi penampilan yaitu warna, ukuran, bentuk dan cacat fisik; kinestika yaitu tekstur, kekentalan dan konsistensi; flavor yaitu sensasi dari kombinasi bau dan cicip, dan (2) karakteristik tersembunyi, yaitu nilai gizi dan keamanan mikrobiologis. Berdasarkan karakteristik tersebut, profil produk pangan umumnya ditentukan oleh ciri organoleptik kritis, misalnya kerenyahan pada keripik. Namun, ciri organoleptik lainnya seperti bau, aroma, rasa dan warna juga ikut menentukan. Pada produk pangan, pemenuhan spesifikasi dan fungsi produk yang bersangkutan dilakukan menurut standar estetika (warna, rasa, bau, dan kejernihan), kimiawi (mineral, logam–logam berat dan bahan kimia yang ada dalam bahan pangan), dan mikrobiologi (tidak mengandung bakteri Eschericia coli dan patogen).
brem
Ditinjau dari karakteristik tersembunyi yaitu nilai gizi dan keamanan mikrobiologis, produk pangan hasil fermentasi memenuhi standar keduanya. Produk pangan hasil fermentasi mengalami penambahan zat gizi selama proses pembuatannya. Contohnya pada kecap. Kecap terbuat dari kedelai yang mengandung banyak protein nabati. Setelah difermentasi menggunakan mikroba Aspergillus wentii, kedelai tersebut mengalami perubahan bentuk, warna, rasa, dan penambahan zat gizi seperti asam amino esensial.

Produk pangan hasil fermentasi bersifat aman meskipun diolah menggunakan mikroorganisme. Contohnya pada pembuatan tempe. Tempe dibuat dari kedelai dan difermentasi dengan mikroorganisme esensial yakni spesies Rhizopus. Mikroorganisme ini tumbuh sangat rapat pada suhu 40-42 °C, dimana pada keadaan tersebut, kapang yang lain sukar tumbuh. Rhizopus menghasilkan gas CO2 dan antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Hal ini yang menyebabkan tempe sebagai produk fermentasi yang aman untuk dikonsumsi.
Proses pembuatan produk pangan fermentasi harus memenuhi CPMB atau Cara Produksi Makanan yang Baik. CPMB atau Good Manufacturing Practices (GMP) adalah suatu pedoman cara berproduksi makanan yang bertujuan agar produsen memenuhi persyaratan–persyaratan yang telah ditentukan untuk menghasilkan produk makanan bermutu dan sesuai dengan tuntutan konsumen. Dengan menerapkan CPMB diharapkan produsen pangan khususnya industri pangan fermentasi dapat menghasilkan produk makanan yang bermutu dan aman dikonsumsi sesuai dengan tuntutan konsumen.
Untuk menjamin keamanan produk pangan dilakukan pengawasan terhadap bahaya yang mungkin timbul dari produk pangan yang dihasilkan dengan menentukan Titik Kendali Kritis atau Critical Control Point (CCP). CCP diterapkan pada setiap tahap proses mulai dari produksi, pertumbuhan dan pemanenan, penerimaan dan penanganan ingredient, pengolahan, pengemasan, distribusi sampai dikonsumsi oleh konsumen. Limit kritis (critical limit) adalah toleransi yang ditetapkan dan harus dipenuhi untuk menjamin bahwa suatu CCP secara efektif dapat mengendalikan bahaya mikrobiologis, kimia maupun fisik. Limit kritis pada CCP menunjukkan batas keamanan produk pangan. Setelah limit kritis ditentukan selanjutnya dilakukan analisis bahaya dan pengendalian titik kritis yang dikenal dengan HACCP.
Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) atau Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis adalah suatu analisis yang dilakukan terhadap bahan, produk, atau proses untuk menentukan komponen, kondisi atau tahap proses yang harus mendapatkan pengawasan yang ketat dengan tujuan untuk menjamin bahwa produk yang dihasilkan aman dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan. HACCP merupakan suatu sistem pengawasan yang bersifat mencegah (preventif) terhadap kemungkinan terjadinya keracunan atau penyakit melalui makanan. Sistem HACCP mempunyai tiga pendekatan penting dalam pengawasan dan pengendalian mutu produk pangan, yaitu : (1) keamanan pangan (food safety), yaitu aspek-aspek dalam proses produksi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit; (2) kesehatan dan kebersihan pangan (whole-someness), merupakan karakteristik produk atau proses dalam kaitannya dengan kontaminasi produk atau fasilitas sanitasi dan hygiene; (3) kecurangan ekonomi (economic fraud), yaitu tindakan ilegal atau penyelewengan yang dapat merugikan konsumen. Tindakan ini antara lain meliputi pemalsuan bahan baku, penggunaan bahan tambahan yang berlebihan, berat yang tidak sesuai dengan label, “overglazing” dan jumlah yang kurang dalam kemasan (Astuti, 2002).
Penerapan GMP dan HACCP merupakan implementasi dari jaminan mutu pangan sehingga dapat dihasilkan produksi yang tinggi dan bermutu oleh produsen yang pada akhirnya akan menciptakan kepuasan bagi konsumen.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU
Industri produk fermentasi termasuk ke dalam industri pangan berbasis pertanian yang didasarkan pada wawasan agribisnis dimana wawasan agribisnis memiliki mata rantai yang melibatkan banyak pelaku, yaitu mulai dari produsen primer – (pengangkutan) – pengolah – penyalur – pengecer – konsumen. Pada masing-masing mata rantai tersebut diperlukan adanya pengendalian mutu (quality control atau QC) yang berorientasi ke standar jaminan mutu (quality assurance atau QA) di tingkat produsen sampai konsumen, kecuali inspeksi pada tahap pengangkutan dalam menuju pencapaian pengelolaan kegiatan pengendalian mutu total (total quality control atau TQC) pada aspek rancangan, produksi dan produktivitas serta pemasaran.
Standar baku tentang manajemen mutu yang berlaku di Indonesia adalah SNI seri 19-9000-Manajemen Mutu yang diadopsi dari ISO 9000. ISO seri 9000 memberikan pedoman tentang bagaimana suatu organisasi dapat menghasilkan produk atau jasa yang bermutu, dengan mutu yang konsisten. Standar ISO seri 9000 mengarahkan keseluruhan sistem manajemen mutu untuk menyempurnakan dan menjaga mutu produk. Sistem ini mengakui bahwa proses mutu terpadu melibatkan semua bagian dan fungsi organisasi.
Industri pangan fermentasi yang baik idealnya telah menerapkan sistem manajemen mutu terpadu dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan agar perusahaan-perusahan industri pangan fermentasi mempunyai peluang ekspor yang lebih besar serta mampu meningkatkan pangsa pasar dalam negeri karena adanya peningkatan jaminan mutu.Makanan hasil fermentasi adalah makanan yang diproses menggunakan mikroorganisme meliputi enzim, lipase hidrolase dari polisakarida, protein, lipid, dan bahan lain yang bersifat non-toksik yang dapat meningkatkan kualitas makanan tersebut sehingga lebih disukai oleh konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Astuti S. 2002. Tinjauan Aspek Mutu Dalam Kegiatan Industri Pangan. Makalah Falsafah Sains (PPs 702) Bogor: Program Pasca Sarjana / S3 Institut Pertanian Bogor.
Kramer, A. dan B.A. Twigg. 1983. Fundamental of Quality Control for the Food Industry. The AVI Pub. Inc., Conn., USA.
Steinkraus KH. Fermentations in World Food Processing. Comprehensive Reviews in Food Science and Food Safety Vol I:23-32.Berdasarkan klasifikasi tersebut, produk pangan hasil fermentasi mempunyai karakteristik penampilan yang berbeda. Misalnya karakteristik rasa. Secara organoleptik umumnya produk pangan hasil fermentasi mempunyai rasa yang lebih beragam dan berbeda dari produk hasil olahan lainnya. Hal ini digunakan konsumen untuk memilih produk secara total. Misalnya roti, yogurt, dan keju, mempunyai rasa yang khas dan enak sehingga digemari masyarakat di seluruh dunia.



YAKULT
Juni 12, 2009, 4:36 am
Filed under: Uncategorized

180px-Yakult_brazilYakult (ヤクルト Yakuruto?) adalah minuman probiotikyogurt yang dibuat dari fermentasi skimmed milkgula dengan bakteri Lactobacillus casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan.

Namanya berasal dari jahurto, bahasa Esperanto untuk “yoghurt”. Yakult ditemukan oleh doktor Minoru Shirota pada 1930. Pada 1935, ia mendirikan Yakult Honsha Co., Ltd. (株式会社ヤクルト本社 Kabushiki-gaisha Yakuruto Honsha?) (TYO: 2267) untuk memasarkan minuman ini. Sejak saat itu, Yakult telah memperkenalkan berbagai minuman yang mengandung bakteri Bifidobacterium breve, dan telah menggunakan lactobacilli untuk mengembangkan kosmetika. Yakult Honsha juga memainkan peran penting dalam penelitian obat kemotrapi irinotecan.

Yakult juga memiliki salah satu tim bisbol terbesar di Jepang, Tokyo Yakult Swallows.

Saat ini, Yakult diproduksi dan dijual di Jepang, Asia, Australia, Amerika Latin, dan Eropa, walaupun bakterinya masih diimpor dari Jepang.



BERNIAT MEMBUKA USAHA
April 4, 2009, 2:53 am
Filed under: Uncategorized

Trik membuka usaha

Membuka sebuah usaha sendiri memang lebih menguntungkan dibanding menjadi karyawan di perusahaan besar. Namun, untuk menjadi usahawan yang sukses diperlukan dasar-dasar mental yang kuat disamping kemampuan mengolah bahan produksi dan manajemen yang kuat. Kira-kira apa saja yang bisa dijadikan dasar-dasar wirausaha?

Sebenarnya setiap manusia diberikan kemampuan untuk berusaha, hanya saja apakah dia mau mengasahnya atau tidak. Anda yang bermaksud membuka usaha bisa merenungkan beberapa hal berikut yang merupakan dasar-dasar wirausaha. Berikut lebih jelasnya:

Mental kuat. Yang dimaksud mental ini adalah kemampuan Anda menerima resiko. Artinya, saat usaha Anda mencapai keuntungan tentunya Anda senang, tetapi bagaimana andai usaha tersebut merugi? Seperti diketahui, yang namanya usaha pasti ada pasang surutnya. Di sinilah gunanya memiliki mental sportif. Anda harus siap menerima resiko kerugian, jangan mundur hanya karena sekali kerugian. Ingat pengalaman bisa membuat Anda semakin kuat. Lagipula, untung rugi dalam dagang adalah biasa.

Selangkah demi selangkah. Pernah mendengar ungkapan ‘sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit’? Ungkapan tersebut sebaiknya dijadikan pegangan. Dalam membuka usaha, tidak ada yang langsung menghasilkan keuntungan besar. Anda harus melewati tahapan demi tahapan hingga akhirnya merengkuh sukses. Tak ada perusahaan yang langsung besar, jika Anda hanya memiliki modal terbatas jangan langsung surut. Manfaatkan yang ada, toh dengan kegigihan usaha kecil Anda bisa bertambah besar.

Tujuan jelas. Jangan membuka usaha hanya karena mengikuti tren yang ada. Karena jika begitu, usaha Anda akan berjalan seadanya, tidak ada motivasi untuk terus membesarkan usaha Anda tersebut. Apalagi jika Anda memilih membuka usaha yang sifatnya hanya trend sesaat, seperti warung-warung tenda yang dahulu sempat trend. Usaha yang berpeluang untuk berjalan lancar adalah usaha yang tingkat persaingannya kecil tetapi tingkat kebutuhan pada konsumen tinggi. Tentu dengan asumsi bahwa faktor-faktor penentu lainnya mendukung seperti modal, sarana dan pasar yang nyata.

Survey pasar. Sebelum terjun dan memilih produk yang akan menjadi usaha Anda, lakukan terlebih dahulu survey pasar. Dengan begitu, Anda bisa menentukan strategi dan memperkirakan peluang yang mungkin ada. Jika dirasa perlu menggunakan seorang konsultan, mintalah bantuan mereka.

Kemungkinan kerjasama. Banyak yang bisa dilakukan jika Anda hanya memiliki modal terbatas. Membuka usaha tidak perlu dibebankan hanya di bahu Anda. Bisa saja membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak yang bisa mengisi kekurangan Anda. Misalnya dalam hal modal, minimnya pengetahuan tentang pemasaran atau teknik produksi.

Mendapat kesuksesan biasanya dibarengi dengan beberapa unsure di dalamnya antara lain:

1. Kerja keras(work hard)

2. Kecerdasan(work smart)

3. Kegairahan(enthusiasm)

4. Pelayanan(service)

Dan perilaku orang sukses selalu dapat kita lihat dari kegiatannya sehari- hari di dalam pekerjaaannya, ciri-ciri perilaku pekerja di dalam bekerja untuk mencapai kesuksesan dalam bekerja dapat kita pahami antara lain :

1. Kerajinan

2. Pengabdian

3. Keutuhan wataknya

4. Rasa tanggung jawab.

5. Kehati- hatian.

6. Keserbabisaan.

7. Daya pembaharuan.

8. SemAngat kerja sama

9. Keinginan atau hasrat untuk belajar, disamping kemahiran.

Tipe Orang yg Pas terjun ke : DUNIA WIRAUSAHA

*

Berjiwa enterpreneur
*

Bisa memanfaatkan diri sendiri & keahliannya
*

Bukan tipe orang yg. digaji
*

Bisa memasarkan keahlian
*

Mau membangun reputasi
*

Yakin akan bisa lebih bagus dari yang lain
*

Sanggup memberi layanan yg, memuaskan
*

Kreatif & inovatif
*

Bisa menjadi pionir/pelopor
*

Bisa mengkreasikan sesuatu yg. baru dan tidak takut gagal