Okard0’s Poenya


Resep Brownies Coklat
Oktober 17, 2008, 8:32 am
Filed under: Pangan

Bahan – bahan:
120 g tepung terigu
180 g margarin
3 butir telur, kocok hingga mengembang
200 g dark cooking chocolate, potong-potong
150 g gula pasir
60 g potongan kacang almond/kenari
¼ sdt garam halus

Cara Membuat:
1. Panaskan margarine hingga meleleh. Masukkan potongan cokelat, gula pasir dan garam, aduk hingga cokelat meleleh dan gula larut. Angkat.
2. Tuang tepung terigu sedikit demi sedikit dan kocokan telur. Tambahkan potongan kacang almond/kenari. Aduk rata.
3. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah dialas dengan kertas roti dan diolesi margarin, ratakan. Taburi atasnya dengan irisan kacang almond.
4. Panggang di dalam oven bertemperatur 170 derajat celcius selama 45 menit atau hingga kue matang. Angkat. Potong-potong, sajikan.

Untuk 12 potong

Catatan :
Warna kue brownies yang cokelat susah untuk mengetahui apakah kue sudah matang atau belum. Caranya dengan menusuk kue dengan lidi/kawat. Jika lidi diangkat sudah tidak ada adonan yang menempel/kering berarti kue sudah matang.



Pembuatan Dodol Mangga Madu
Oktober 17, 2008, 8:17 am
Filed under: Pangan

Dodol yang terbuatdari nagka, rumput laut, srikaya, asal singkong dan ketan dapat dikata setiap saatdikonsumsi oleh masyarakatdi Pulau lombok, narnun demikian dodol isti’mewa resep penulis yang lain dari pada dodol nangka dan sejenisnya yakni dodol mangga madu yang gurih enak dan perlu dikembang luaskan diseluruh pedesaan Nusa Tenggara Barat.
Hal ini dimaklumi mengingat bahan yang dibutuhkan(manga madu) telah tersebar mulai dari Kecamatan Ampenan (di barat pulau Lombok) hingga merambah di Kecamatan Sape ( di timur Kabupaten Bima), mudah didapat dan memiliki nilai ekonomi setelah diolah khususnya ditujukan bagi para ibu rumah tangga maupun masyarakat urnum yang gemar mengkonsurnsi pangan dodol.
Teknologi yang digunakan sangat sederhana, mudah diterapkan dengan bahan baku buah mangga madu relatif cukup tersedia dan tersebar di pedesaan maupun perkotaan, sehingga diharapkan nantinya dapat diuji cobakan oleh para ibu yang gemar memasak, disamping itu juga dapat untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Mengenai selera baik bentuk, wama dan rasa bahan olahan dodol sernuanyatergantung dari keinginan pembuat dodol ini dan mengenai pemasaran dipersilahkan untuk mencobanya, apakah cepat diserap pasar/banyak peminat tergantung mutu dan kemasan yang sesuai . dengan selera konsumen….

Resep membuat dodol mangga madu
A. Bahan
1. mangga madu muda/mengkel 25 buiah
2. pewama makanan/sumba merah supaya warna tidak pucat : secukupnya
3. Kertasminyak
4. Kapur sirih I sendok makan
5. Garam halus 2 sendok makan

B. Alat-alat
1. Wajan, pisau, nare
2. sutil, kompor
C. Cara membuat
1. mangga madu muda dikupas, kemudian diiris tipis-tipis seperti membuat rujak
2. seteleh itu direndam di air kapur sampai selama kurang lebih 2 jam,
3. setelah selesai direndam lalu diperas dengan garam halus, agar rasa asamnya berkurang.
4. Diperas ulang hingga kering, kemudian tiriskan
5. Kemudian dimasak dalam wajan sambil dituangkan gula pasir,sesuai selera, tanpa diberi air
6. Aduk hingga agak kering selama kurai lebih 2 jam, dengan perapian yang tidak terlalu besar.
7. Setelah agak kering/masak, dituang ke dalam nare/cetakan dengan dialasi plastik agar tidak lengket.
8. Kemudian hasil olahan dijemur selama hari
9. Baru kemudian diiris dan dikemas.



KESEMPATAN BAIK MENINGGALKAN ROKOK
Oktober 17, 2008, 7:50 am
Filed under: AGAMA

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah ta’ala pernah ditanyakan:

Sebagian orang yang berpuasa yang gemar merokok meyakini bahwa mengisap rokok di bulan Ramadhan bukanlah pembatal puasa karena rokok bukan termasuk makan dan minum. Bagaimana pendapat Syaikh yang mulia tentang masalah ini?

Beliau rahimahullah menjawab:

Menurutku, ini adalah pernyataan yang tidak ada usulnya sama sekali. Bahkan sebenarnya rokok termasuk minum (syariba). (Dalam bahasa Arab) mengisap rokok disebut syariba ad dukhon. Jadi mengisap rokok disebut dengan minum (syariba).

Kemudian juga, asap rokok -tanpa diragukan lagi- masuk hingga dalam perut atau dalam tubuh. Dan segala sesuatu yang masuk dalam perut dan dalam tubuh termasuk pembatal puasa, baik yang masuk adalah sesuatu yang bermanfaat atau yang mendatangkan bahaya. Misalnya seseorang menelan manik-manik, besi atau selainnya (dengan sengaja), maka puasanya batal. Oleh karena itu, tidak disyaratkan sebagai pembatal puasa adalah memakan atau meminum sesuatu yang bermanfaat. Segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dianggap sebagai makanan dan minuman.

Mereka meyakini bahkan mengenal bahwa mengisap rokok itu disebut (dalam bahasa Arab) syariba (yang artinya = minum), namun mereka tidak menyatakan bahwa rokok adalah pembatal puasa. Sama saja kita katakan bahwa ini jumlahnya satu, namun dia menganggap mustahil ini jumlahnya satu. Jadi, orang ini ada kesombongan dalam dirinya.

Kemudian berkaitan dengan bulan Ramadhan, ini adalah waktu yang tepat bagi orang yang memiliki tekad yang kuat untuk meninggalkan rokok yang jelek dan bisa mendatangkan bahaya. Waktu ini adalah kesempatan yang baik untuk meninggalkan rokok karena sepanjang siang seseorang harus menahan diri dari hal tersebut. Sedangkan di malam hari, dia bisa menghibur diri dengan hal-hal yang mubah seperti makan, minum, jalan-jalan ke masjid atau berkunjung ke majelis orang sholih. Untuk meninggalkan kebiasaan merokok, seseorang juga hendaknya menjauhkan diri dari para pencandu rokok yang bisa mempengaruhi dia untuk merokok lagi.

Apabila seorang pencandu rokok setelah sebulan penuh meninggalkan rokoknya (karena moment puasa yang dia lalui), ini bisa menjadi penolong terbesar baginya untuk meninggalkan kebiasaan rokok selamanya, dia bisa meninggalkan rokok tersebut di sisa umurnya. Bulan Ramadhan inilah kesempatan yang baik. Waktu ini janganlah sampai dilewatkan oleh pecandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan rokoknya selamanya.

Dikutip dari Majmu’ Fatawa wa Rosa’il Ibnu ‘Utsaimin, Bab Ash Shiyam, 17/148 (Asy Syamilah)

-Semoga Allah memberikan taufik kepada pencandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan rokok selamanya setelah dia berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, Amin Ya Mujibas Sa’ilin-

Diselesaikan menjelang Maghrib di salah satu rumah Allah,
Masjid Siswa Graha, 23 Sya’ban 1429 H
[bertepatan dengan 25 Agustus 2008]

Semoga Allah membalas amalan ini



Remaja di Persimpangan Jalan
Agustus 28, 2008, 9:52 am
Filed under: Remaja

Para remaja muda-mudi kita adalah warisan kita bagi masa depan. Mereka adalah aset yang berharga agar agama Islam tetap dihayati dan dipraktikkan oleh masyarakat Islam di masa yang akan datang. Mereka adalah harapan masyarakat dan negara. Maka adalah penting bagi kita memastikan agar mereka bersedia untuk membawa panji perjuangan kita di masa yang akan datang. Mereka mesti menjadi orang-orang yang bisa diharapkan, bukan saja untuk membina masyarakat dan negara yang maju, tetapi yang lebih penting adalah agar Islam akan terus menjadi panduan masyarakat.

Alhamdulillaah, sekarang sudah banyak contoh-contoh yang baik yang bisa kita ambil sebagai teladan. Kita mempunyai golongan muda-mudi Islam yang bisa menjadi kebanggaan dan harapan masyarakat. Dan sekarang kita melihat semakin ramai anak muda kita yang mempunyai kesadaran dan penghayatan terhadap agama Islam. Mereka ingin mempraktikkan Agama Islam dalam semua aspek kehidupan mereka. Ini harus dibanggakan dan disebarluaskan agar lebih semarak remaja dan golongan muda menjadikan Islam sebagai kehidupan mereka.

Akan tetapi masih banyak di kalangan remaja kita yang terbawa budaya yang bertentangan dengan nilai-nilai murni Islam. Sebagai contoh, setiap tahun lebih dari 100 pasangan Islam mendaftarkan diri untuk menikah dengan calon istri yang sudah hamil. Sebagian besar di antara mereka akan melahirkan anak diluar nikah sementara sebagian kecil menggugurkan kandungan mereka. Adakah ini yang kita inginkan dalam masyarakat Islam kita? Adakah ini yang dikatakan sebagai khairul ummah atau sebaik-baik umat?

Semakin banyak remaja kita yang tanpa segan dan malu membuka aurat mereka. Malah ada yang lebih berani lagi. Mereka berdua-duaan dan berkelakuan tidak senonoh di tempat umum. Ini bertentangan dengan ajaran Islam. Pertanyaannya, mengapa mereka melakukan hal yang demikian?

Banyak faktor yang berperan. Tetapi yang paling terlihat adalah faktor pendoktrinan terhadap budaya-budaya asing (Ghazwul Fikr). Kalau zaman dahulu ada televisi. Sekarang ini kita menghadapi pula teknologi internet dan televisi kabel yang mana segala bentuk informasi dapat diraih hanya dengan menekan tombol remote saja.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa internet dan televisi kabel membawa kebaikan. Dengannya kita lebih tahu perkembangan dunia dan ilmu-ilmu sains terkini. Masyarakat kita tidak lagi seperti katak di bawah tempurung. Berbagai manfaat yang dapat kita peroleh.

Akan tetapi internet dan televisi kabel juga membawa unsur-unsur yang bertentangan dengan nilai Islam. Dan jika kita tidak dibentengi dan diperkuat dengan agama, maka kita juga bisa terpedaya dengan unsur-unsur negatif tersebut. Setiap kali kita menonton film barat, akan dipaparkan adegan-adegan yang tidak sesuai dengan Islam. Setiap kali kita menonton televisi kita akan mendengar perkataan-perkataan jorok. Setiap kali kita menonton televisi kita akan disajikan dengan gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Bayangkanlah! Seorang remaja yang masih memerlukan bimbingan dalam kehidupan mereka, disajikan setiap hari dengan budya hidup yang bertentangan dengan Islam, tidakkah ia akan mudah terpengaruh?

Di internet pula, halaman porno dengan mudah dilihat. Kalau ini menjadi menu harian kepada anak-anak Islam kita semasa mereka sedang ABG, maka tidak heran akhirnya nilai-nilai Islam menjadi asing bagi mereka. Dalam kondisi semacam ini, siapakah yang harus disalahkan?

Setiap orang tua bertanggung-jawab mendidik anak-anak mereka dengan nilai-nilai Islam. Anak-anak adalah amanah Allah. Dan Allah akan minta pertanggungjawaban kita di akhirat kelak mengenai pendidikan terhadap anak-anak kita tersebut. Berapa banyak orang tua yang akan diseret ke neraka atas perbuatan anak-anak mereka?!

Kita tidak boleh menyalahkan televisi kabel atau internet atas keruntuhan akhlak para remaja dan pemuda zaman sekarang ini. Sebaliknya kita perlu merenung kembali. Adakah kita sudah memainkan peranan yang secukupnya sebagai seorang Ayah atau ibu dan atau sebagai seorang abang atau kakak? Adakah kita sudah memainkan peranan dalam mendidik dan menanamkan keimanan dalam jiwa anak-anak muslim kita sehingga mereka tidak mudah terperdaya? Sudahkan anak-anak kita diberi pengajaran Islam yang secukupnya untuk mereka menghadapi dunia sekarang yang penuh godaan ini.

Anak-anak semula memandang orang tua mereka sebagai panduan hidup mereka. Sekiranya orang tua tidak memberikan contoh yang baik, sekiranya orang tua sendiri terpengaruh dengan unsur-unsur negatif Barat, maka tidak heranlah jika anak-anak mereka juga berkelakukan demikian. Seperti kata pepatah : Ayah Kencing Berdiri, anak Kencing berlari.

Akan tetapi kalau orang tua menunjukkan contoh yang baik terhadap anak-anak mereka, menjadikan keluarga mereka sebagai keluarga Islami, yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam keluarga mereka, maka percayalah, anak-anak mereka juga akan menjadikan Islam sebagai panduan kehidupan mereka.

Melalui tulisan kali ini, saya ingin menyeru kepada para remaja dan pemuda kita, agar menyadari bahwa mereka adalah harapan keluarga dan negara. Jika mereka menjalankan tanggung-jawab sebagai Pemuda Islam yang dinamis, maka masyarakat kita dan negara akan menjadi lebih maju lagi. Akan tetapi jika mereka lebih mementingkan keseronokan dan hiburan sehingga lalai dari tanggung-jawab, maka masyarakat dan negara kita akan menjadi lemah.

Sebagai remaja Muslim, kita mempunyai empat tanggung-jawab :

Pertama : Kita WAJIB sadar bahwa waktu remaja bukanlah untuk berhura-hura, tetapi waktu tersebut WAJIB diisi dengan mencari ilmu pengetahuan dan menghayati Agama Islam. Jadikan waktu tersebut sebagai persiapan untuk menghadapi masa depan apabila kita semakin tua kelak.

Kedua : Kita tidak mudah terperdaya dengan unsur-unsur negatif. Ambillah budaya yang baik dari siapapun dalam mencari dan meningkatkan ilmu. Tetapi kekalkan akhlak dan cara kehidupan orang Islam. Kita akan menjadi orang yang paling disegani dan dihormati kelak. Kita akan Mulia di dunia dan di akhirat, insya Allah.

Ketiga : Sebagai remaja, janganlah kita menghabiskan masa berkhayal dengan perasaan cinta dan mencari pasangan. Hal itu tidak membawa banyak hasil. Malah waktu kita yang berharga yang sepatutnya dihabiskan dengan mencari ilmu atau berbakti kepada masyarakat.

Keempat : Hormatilah Orang Tua kita, walaupun pada pandangan kita mereka tidak memahami jiwa dan perasaan kita. Sesungguhnya, Orang tua kita adalah pintu syurga. Sekiranya kita tidak sependapat dengan mereka maka katakanlah dengan nada yang lembut dan sopan, bukan dengan membentak dan menunjukkan marah.

Firman Allah SWT dalam surah Al-Isra’, ayat 23 yang artinya, “Dan Tuhanmu telah menentukan agar kamu jangan menyembah melainkan Allah dan hendaklah kamu berbuat baik dengan mereka. Jika salah seorang dari mereka atau kedua-dua mereka telah berusia tua, maka janganlah berkata kasar kepada mereka, akan tetapi ucapkan kepada mereka dengan ucapan yang baik dan lembut.”



untuk “REMAJA”
Agustus 28, 2008, 9:40 am
Filed under: Uncategorized

Dengan terbata-bata dan diiringi linangan air mata
penyesalan seorang remaja putri bertutur,

“Peristiwa ini bermula hanya dari pembicaraan melalui
telepon antara diriku dengan seorang pria, lalu berlanjut
membuahkan kisah cinta di antara kami. Ia merayu bahwa
dirinya sangat mencintaiku dan ingin segera meminangku. Dia
berharap dapat bertemu muka denganku, namun aku sungguh
merasa keberatan, bahkan aku mengancam ingin menjauhi
dirinya, kemudian menyudahi hubungan ini. Akan tetapi aku
tak kuasa melakukan itu. Maka aku putuskan dengan
mengirimkan fotoku dalam sebuah surat cinta yang semerbak
dengan wangi aroma bunga mawar.

Gayung bersambut suratku pun dibalas olehnya, dan semenjak
itu kami sering saling kirim surat. Suatu ketika melalui
surat, ia mengajakku untuk keluar pergi berduaan, aku
menolak dengan keras ajakan itu. Tetapi ia balik mengancam
akan membeberkan semua tentang diriku, foto-fotoku, surat
cintaku, dan obrolanku dengannya selama ini melalui
telepon, yang ternyata ia selalu merekamnya. Aku
benar-benar dibuat tak berdaya oleh ancamannya.

Akhirnya aku pun pergi keluar bersamanya dan berharap dapat
pulang kembali ke rumah dengan secepatnya. Memang aku pun
akhirnya pulang, namun sudah bukan sebagai diriku yang dulu
lagi, aku telah berubah. Aku kembali ke rumah dengan
membawa aib yang berkepanjangan, dan suatu ketika
kutanyakan kepadanya, “Kapan kita akan menikah?” Apakah
tidak secepatnya? Namun ternyata jawaban yang ia berikan
sungguh menyakitkan, dengan nada menghina dan merendahkanku
ia berkata, “Aku tak mau menikah dengan wanita rendahan
sepertimu!”

Wahai saudariku tercinta!

kini engkau tahu bagaimana akhir dari hubungan kami yang
jelas-jelas terlarang dalam agama ini. Oleh karena itu
waspada dan berhati-hatilah jangan sampai engkau terjerumus
dalam hubungan semacam itu. Jauhilah teman yang buruk
perangai, yang suatu saat bisa saja ia menjerumuskanmu lalu
menyeretmu ke dalam pergaulan yang rendah dan terlarang. Ia
hiasi itu semua sehingga seakan-akan menarik dan merupakan
hal biasa yang tidak akan berakibat apa-apa, tak akan ada
aib dan lain sebagainya.

Jangan percaya omongannya, sekali lagi jangan gampang
percaya! Itu semua tak lain adalah tipu daya yang
dilancarkan oleh syetan dan teman-temannya. Dan jika engkau
tak mau berhati-hati maka sungguh hubungan haram itu akan
berakibat sebagaimana yang telah kusebutkan di atas atau
bahkan lebih parah dan menyakitkan lagi.

Berhati-hatilah jangan sampai engkau terpedaya dengan bujuk
rayu para laki-laki pendosa itu yang kesukaannya hanya
mempermainkan kehormatan orang lain. Mereka adalah
pembohong, pendusta dan pengkhianat, walau salah satu dari
mulut mereka terkadang menyampaikan kejujuran dan
keikhlasan. Apa yang diinginkan mereka adalah sama, dan
semua orang yang berakal mengetahui itu, seakan tiada yang
tersembunyi. Berapa kali kita mendengarkan, demikian juga
selain kita tentang perilaku keji mereka terhadap para
gadis remaja.

Namun sayang seribu sayang bahwa sebagian para gadis tak
bisa mengambil pelajaran dari peristiwa memalukan yang
menimpa gadis lainnya. Mereka tak mempercayai segala ucapan
dan nasehat yang diberikan kecuali setelah peristiwa itu
benar-benar menimpa, dan setelah terlanjur menjadi korban
kebiadaban lelaki amoral itu. Tatkala musibah dan aib yang
mencoreng muka telah terjadi, maka ketika itulah ia baru
terbangun dari keterlenaannya, timbullah penyesalan yang
mendalam atas segala yang telah dilakukannya. Ia
berangan-angan agar aib, derita, dan kegetiran itu segera
berakhir, namun musim telah berlalu dan segalanya telah
terjadi,yang hilang tiada mungkin kembali! “Mengapa semua
jadi begini?”

Saudariku Tercinta!

Bagi yang terlanjur jatuh dalam hubungan yang haram dan
terlarang, jika mau berpikir maka tentu ia akan menjauhi
cara seperti itu sejak awal mulanya. Sehingga tak seorang
pun bisa mengajaknya demikian berpetualang dalam cinta.
Sebab dalam petualangan tersebut mempertaruhkan sesuatu
yang paling mulia yang merupakan lambang harga diri dan
kesucian wanita. Jika sekali telah hilang, maka tak akan
mungkin kembali selamanya. Wanita mana yang menginginkan
agar miliknya yang paling berharga hilang begitu saja
dengan sia-sia demi kesenangan sekejap? Lalu setelah itu
kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat dalam
keadaan terhina dan tersisih tiada mampu mendongakkan
kepala?

Tiada lagi laki-laki yang mengingin kannya, hidup terkucil
dan penuh kerugian yang selalu mengiringi sisa umurnya.
Hatinya makin teriris manakala melihat teman sebayanya atau
yang lebih muda telah menjadi seorang istri, seorang ibu
rumah tangga dan pendidik generasi muda.

Oleh karena itu wahai saudariku, pikirkanlah semua ini!
Jauhilah olehmu hubungan muda-mudi yang melanggar aturan
agama agar engkau tidak menjadi korban selanjutnya.
Ambillah pelajaran dari peristiwa yang menimpa gadis
selainmu, dan jangan sampai engkau menjadi pelajaran yang
diambil oleh mereka. Ketahuilah bahwa wanita yang terjaga
kehormatannya itu sangatlah mahal, jika ia mengkhianati dan
tak menjaga kehormatan itu, maka kehinaanlah yang pantas
baginya. Tetaplah engkau pada kondisi jiwamu yang suci dan
mulia dan janganlah sekali-kali engkau membuatnya hina
serta menurunkan martabat dan ketinggian nilainya.

Jangan kau kira bahwa untuk mendapatkan seorang suami yang
baik hanya dapat diperoleh melalui obrolan lewat telepon
ataupun pacaran dan pergaulan bebas. Banyak di antara
mereka yang jika dimintai pertanggung jawaban agar segera
menikah justru mengatakan:

Bagaimana mungkin aku menikahi wanita sepertinya.
Bagaimana pula aku rela dengan tingkah laku dan caranya.
Bagi wanita yang telah mengkhianati kehormatannya sehari saja.
Maka tiada mungkin bagi diriku untuk memperistrinya.

Bila engkau tak menginginkan jawaban yang menyakitkan
seperti ini maka jangan sekali-kali menjalin hubungan
terlarang, cegahlah sedini mungkin. Selagi dirimu dapat
mengen-dalikan segala urusan yang menyangkut pribadimu,
maka kemuliaan dan harga diri akan terjaga. Carilah suami
dengan cara yang baik dan benar, sebab kalau toh engkau
mendapatkannya dengan cara gaul bebas dan cara-cara lain
yang tidak benar, maka biasanya akan berakibat
tersia-sianya rumah tangga dan bahkan perceraian. Rata-rata
kehidupan mereka dipenuhi oleh duri, saling curiga,
menuduh, dan penuh ketidakpercayaan.

Jangan kau percayai propaganda sesat yang berkedok kemajuan
zaman atau mereka yang menggembar-gemborkan kebebasan kaum
wanita yang mengharuskan menjalin cinta terlebih dahulu
sebelum menikah. Janganlah terkecoh, sebab cinta sejati tak
akan ada kecuali setelah menikah. Sedang selain itu, maka
pada umumnya adalah cinta semu, hanya mengikuti angan-angan
dan fatamorgana, sekedar menuruti kesenangan, hawa nafsu,
dan pelampiasan emosi belaka.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini sangatlah singkat dan
sementara, mungkin sebentar lagi engkau akan
meninggalkannya. Maka jika ternyata engkau telah terkhilaf
dengan dosa-dosa segera saja bertaubat memohon ampunan
sebelum ada dinding penghalang antara taubat dengan dirimu.
Demi Allah nasihat ini kusampaikan dengan tulus untukmu dan
itu semua semata-mata karena rasa sayang dan cintaku
kepadamu.



KARAKTERISTIK WIRAUSAHA
Agustus 27, 2008, 9:12 am
Filed under: PENGETAHUAN | Tag:

Menurut literatur akademis, seorang wirausaha mempunyai karakter sebagai berikut :

1. Mempunyai rasa percaya diri yang kuat, yakni tercermin dari sifat mandiri alias tidak tergantung pada orang lain, berkepribadian yang kokoh serta selalu yakin dan optimis.

2. Fokus serta berorientasi pada job dan hasil, hal ini tampak pada pribadi yang haus akan prestasi, selalu tekun dan tabah, energik serta penuh inisiatif.

Memiliki tekad, motivasinya kuat dan suka bekerja keras tidak kenal waktu.

Karakter tersebut di atas untuk meraih orientasi pada profit (hasil).

3. Berani mengambil risiko dan piawai dalam mengelola risiko bisnis, serta menyukai tantangan.

4. Leadership menonjol, yang ditandai dengan kemampuan memimpin sekelompok tim, gemar bergaul dengan orang lain, serta tidak alergi terhadap saran dan kritik konstruktif.

Berani mengakui kekurangannya, selalu terbuka dengan hal-hal baru (open mind).

5. Idea yang dimunculkan selalu orisinil, karena dipenuhi karakter inovatif (pembaharu), berpikiran kreatif, selalu fleksibel dalam bertindak.

Mempunyai banyak sumber informasi, mayoritas mumpuni dan memahami dalam setiap aspek bisnis, serta mempunyai knowledge yang beragam.

6. Selalu berorientasi ke masa depan, pikirannya selalu begerak dinamis.

Dari pengalaman pribadi sebagai wirausaha, pada saat start up bisnis, tidak semua karakter tersebut saya miliki dengan skor tinggi, ada beberapa karakter yang masih dalam proses pembentukan.

Proses pembentukan karakter yang harus dilalui dengan berjalan tertatih-tatih, penuh kerikil tajam dan jatuh bangun beberapa kali.

Pada praktek kehidupan sehari-hari, karakter-karakter tersebut dapat dibentuk, yakni dengan cara mulai dilatih sejak dini dengan serius, tekun, tabah dan tahan banting ketika menghadapi “cobaan”.

Dan hebatnya…. seiring dengan berjalannya waktu, proses pembentukan karakter akan muncul secara otomatis tanpa kita sadari.

Yupp… apabila sudah rajin berlatih dan belajar mengasah karakter-karakter seorang pengusaha, bersiaplah apabila kelak anda akan selalu merasa :

1. Self confidence

2. Result oriented

3. Risk taker

4. The top leader

5. Innovative

6. Future oriented